MALAM YANG BERARTI
Malam itu aku sedang menunggu
Di tempat biasa kita tempati
Di bawah meja berpayung
Di bawah meja berpayung
Duduk di kursi besi
Dan pada saat itu, aku hanya sendiri dan menatap ke jalan yang ramai dengan kendaraan
Sedangkan di sekelilingku, ramai orang sedang berbincang bincang dengan teman dan keluarga
Sedangkan aku hanya duduk sendiri tidak tahu apa yang ditunggu
Dan aku benci sendiri
Dan aku benci sendiri
Aku rindu duduk bersama....
Rindu menatap sepasang mata yang kecil
Yang terdapat banyak kebahagiaan di dalamnya
Raga ini resah karena tau sudah ada mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
Rindu melihat bibirmu tersenyum lebar
Yang terdapat banyak kebahagiaan disana
Karena melihat tingkahku
Rindu suara yang selalu mengisi saat kejenuhan datang
Terdapat kelembutan tiada henti
Jiwa ini resah karena tidak bisa mendengar suara itu lagi
Ingin rasanya semua orang tau bahwa hanya kamu yang memiliki mata seindah bulan, senyum seluas samudra, dan suara yang indah saat bernyanyi
Mungkin malam itu kita bisa menulis seindah cerita kita, dan berbicara setinggi langit. Tapi malam itu memeberikan arti yang sebenarnya. Dimana sebuah harapan yang layak untuk di perjuangkan
Rindu menatap sepasang mata yang kecil
Yang terdapat banyak kebahagiaan di dalamnya
Raga ini resah karena tau sudah ada mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
Rindu melihat bibirmu tersenyum lebar
Yang terdapat banyak kebahagiaan disana
Karena melihat tingkahku
Rindu suara yang selalu mengisi saat kejenuhan datang
Terdapat kelembutan tiada henti
Jiwa ini resah karena tidak bisa mendengar suara itu lagi
Ingin rasanya semua orang tau bahwa hanya kamu yang memiliki mata seindah bulan, senyum seluas samudra, dan suara yang indah saat bernyanyi
Mungkin malam itu kita bisa menulis seindah cerita kita, dan berbicara setinggi langit. Tapi malam itu memeberikan arti yang sebenarnya. Dimana sebuah harapan yang layak untuk di perjuangkan
Comments
Post a Comment